Sabtu, 29 Desember 2012

JARINGAN PEMBULUH DARAH

JARINGAN PEMBULUH DARAH Oleh HILDEGARDIS MISSA NPM 2091000220025 INSTITUT ILMU KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BUDI UTOMO MALANG 2011 BAB I PENDAHULUAN A. Latar balakang Darah manusia berwarna merah, tetapi kepekatan warna ini tergantung pada kandungan oksigen dan karbondioksida. Komponen darah manusia terdiri atas dua komponen, yaitu plasma darah (cairan darah) dan sel-sel darah. Alat peredaran darah pada manusia adalah jantung dan pembuluh darah. Jantung tersiri dari dua serambi dan dua bilik. Pembuluh darah terdiri dari pembuluh arteri,vena dan kapiler. Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung untuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa keluar karbon dioksida. Fungsi pembuluh darah arteri adalah mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan fungsi pembuluh darah vena adalah mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes. Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigen dan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasil metabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah. B. Rumusan masalah 1. Apa yang dimaksud pembuluh darah? 2. Bagaimana dengan jaringan penyusun pembuluh darah pada manusia? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui apa pembuluh darah. 2. Untuk mengetahui jaringan penyusun pembuluh darah pada manusia. BAB II PEMBAHASAN A. Jaringan Pembuluh Darah Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Kerja pembuluh darah membantu jantung untuk mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa keluar karbon dioksida. Fungsi pembuluh darah arteri adalah mengedarkan darah dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan fungsi pembuluh darah vena adalah mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Kapiler merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis, yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung) dan vena membawa darah kembali ke jantung). Seluruh pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung disebut arteri atau pembuluh nadi. Diameter arteri bervariasi mulai dari yang paling besar, yaitu aorta (± 20 mm) sampai ke cabang-cabang yang paling kecil, yaitu arteriol (± 0,2 mm). Dinding arteri yang bersifat elastis (kenyal) dan mampu berkontraksi ini terdiri atas tiga macam jaringan, yaitu jaringan ikat di lapisan paling luar, jaringan otot yang tebal, dan jaringan endotel yang melapisi permukaan dalam arteri. Penimbunan senyawa-senyawa lemak pada dinding arteri menyebabkan penyempitan pembuluh dan hilangnya kekenyalan dinding arteri, keadaan ini disebut artheriosklerosis. Cabang-cabang halus dari arteriol yang tersebar di seluruh jaringan tubuh adalah pembuluh kapiler, diameternya kurang lebih 7 mikron (1 mikron = 0,001 mm) sehingga hanya satu per satu sel darah yang dapat melewatinya. Dinding kapiler tersusun dari selapis sel endotel yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara darah dan cairan jaringan secara difusi. Perhatikan struktur pembuluh darah pada di bawah ini. 2.1 pembuluh darah arteri dan vena Darah dari kapiler dikumpulkan ke dalam vena-vena kecil yang disebut venula dengan diameter ± 0,2 mm. Selanjutnya darah masuk ke dalam vena atau pembuluh balik yang diameternya lebih besar dan akan mengalirkan darah ke jantung. Vena paling besar ialah vena kava superior dan vena kava inferior yang diameternya kurang lebih 20 mm. Seperti halnya arteri, dinding vena juga tersusun dari tiga macam jaringan, tetapi jaringan otot sangat tipis sehingga secara keseluruhan dinding vena lebih tipis dan kurang kenyal dibandingkan dengan dinding arteri. Pengaruh kontraksi jantung terhadap aliran darah vena sangat kecil sehingga aliran di dalam vena sebagian besar disebabkan oleh kontraksi otot-otot di sekitarnya yang dibantu oleh katup-katup pencegah arus balik di sepanjang pembuluh. 1. Pembuluh Arteri (Nadi) Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku. Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh. Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru. Pembuluh arteri (nadi) memiliki lapisan elastis yang tebal, menjadikan pembuluh darah tersebut kuat dan elastis. Pembuluh nadi besar bercabang-cabang menjadi pembuluh nadi yang lebih kecil, kemudian bercabang-cabang lagi samapai mencapai pembuluh nadi paling kecil, disebut arteriol. Aliran darah dalam arteri berarah menjauhi jantung. Aliran darah dipengaruhi oleh kekuatan kontraksi otot jantung. Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis. Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer. Jenis-jenis pembuluh arteri dalam tubuh • Arteri pulmonaris :Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru. • Arteri sistemik : Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan. • Aorta : Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen. • Arteriol : Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler. • Pembuluh kapiler : Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis. Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri membawa darah yang kaya oksigen, kecuali arteri pulmonalis.  Arteri bersifat elastik karena mempunyai lapisan otot polos dan serabut elastik sehingga dapat berdenyut-denyut sebagai kompensasi terhadap tekanan jantung pada saat sistol.  Arteri yang lebih kecil dan arteriola lebih banyak mengandung lapisan otot sebagai respon terhadap pengendalian saraf vasomotor.  Arteri mendapatkan suplai darah dari pembuluh darah khusus yang disebut vasa vasorum, dipersarafi oleh serabut saraf motorik yang disebut vasomotor.  Arteri mempunyai diameter yang berbeda-beda, mulai yang besar yaitu aorta kemudian bercabang menjadi arteri dan arteriola.  Dinding arteri tebal karena membawa darah dengan tekanan yang tinggi  Di tubuh tidak berada di permukaan tetapi agak kedalam dibawah permukaan  Berwarna cenderung merah karena cenderung membawa darah yang mengandung oksigen kecuali arteri pulmonalis 1.1 Anatomi dinding pembuluh nadi Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen. 2. Pembuluh Balik (vena) Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis. Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh. Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh. Pembuluh Balik (Vena)Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenaliDinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) menjaga agar darah tak berbalik arah. Pembuluh vena terdiri dari : Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung. Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung.vena cava pulmonalis yang bertugas membawa dari paru-paru ke serambi kiri jantung. Tidak seperti pembuluh nadi, lapisan elastic pada vena lebih tipis dari arteri, sehingga pembuluh balik ini tidak sekuat dan selentur pembuluh nadi. Pembuluh balik besar bercang-cabang menjadi pembuluh balik yang lebih kecil, kemudian bercabang-cabang lagi sampai mencapai pembuluh balik paling kecil, disebut venula. Dari dinding bagian dalam pembuluh balik muncul katup yang menahan aliran balik darah. Aliran darah vena berarah mendekati jantung. Gerakan darah dalam vena sangat dipengaruhi oleh kontraksi otot rangka.  Vena merupakan pembuluh darah yang mengembalikan darah dari seluruh tubuh ke jantung sehingga dinamakan pula pembuluh balik.  Vena mempunyai tiga lapisan seperti arteri tetapi mempunyai lapisan otot polos yang lebih tipis, kurang kuat dan mudah kempes (kolaps).  Vena dilengkapi dengan katup vena yang berfungsi mencegah aliran balik darah ke bagian sebelumnya karena pengaruh gravitasi.  Katup vena berbentuk lipatan setengah bulat yang terbuat dari lapisan dalam vena yaitu lapisan endotelium yang diperkuat oleh jaringan fibrosa. Cara mengalirkan darah di vena agar bisa kembali kejantung :  Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler.  Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.  Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.  Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung. 3. Kapiler Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dengan diameter kira-kira sebesar sel darah merah yang berukuran 7,5 mikron. Jumlah pembuluh kapiler pada manusia sangat banyak, secara telah dihitung panjang total kapiler manusia adalah 90.000 km, suatu jumlah yang sangat besar untuk pertukaran bahan-bahan antara darah dengan jaringan. Darah mengalir ke organ –organ tubuh secara terus meberus sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di dalam sel-sel jaringan tubuh, darah mengangkut oksigen yang berasal dari udara luar tubuh melalui paru-paru, dan mengangkut zat-zat makanan dari saluran pencernaan ke seluruh jaringan tubuh. Dalam peredarannya, darah melewati tiga sistem yaitu peredaran darah kecil, peredaran darah besar, dan peredaran darah koronaria. Kapiler merupakan pembuluh darah kecil yang sangat tipis, hanya dibentuk oleh tunika intima saja sehingga memudahkan proses pertukaran zat antara pembuluh darah dengan sel atau jaringan.  Pembuluh darah kapiler berasal dari bahasa Latin capillaris  Pembuluh kapiler merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah dari arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya difusi jaringan, kapiler bergabung membentuk venule dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung.  Dinding kapiler berupa epithel pipih selapis yang tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen , carbon dioksida bisa berdifusi serta air, zat zat terlarut berupa protein, glukosa dan lemak dapat mengalir melewatinya secara osmosis dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik.  Fungsi kapiler adalah :  Penghubung arteri dan vena  Tempat terjadinya pertukaran zat  Absorbsi nutrisi pada usus  Filtrasi pada ginjal  Absorbsi sekret kelenjar B. Jaringan penyusun pembuluh darah Secara umum pembuluh darah tersusun atas tiga lapisan. Lapisan terluar tersusun atas jaringan elastis yang memungkinkan pembuluh darah berkontraksi. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan mengandung banyak serabut elastis. Bagian terdalam adalah lapisan endothelium yang merupakan satu lapis epitel pipih yang membatasi rongga pembuluh. Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah (vaskuler). Secara umum pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan yaitu tunika adventisia, tunika media dan tunika intima. Tunika adventisia merupakan lapisan paling luar berupa jaringan ikat yang kuat. Tunika media merupakan lapisan tengah yang terdiri dari otot polos. Tunika intima membentuk dinding dalam dari pembuluh darah terdiri dari sel-sel endotel. Celah antara sel-sel endotel membentuk pori-pori pembuluh darah. Pembuluh darah ada 3 macam yaitu arteri, vena dan kapiler. C. Penyakit yang Menyebabkan Pembuluh Darah Tersumbat Secara umum, penyakit yang timbul akibat sumbatan pembuluh darah tanda-tanda dan gejalanya bervariasi, sesuai dengan fungsi dari jaringan yang tidak memperoleh aliran darah atau oksigen akibat sumbatan pada arteri. Berdasarkan penelitian, penyebab utama penyakit sumbatan darah adalah hipertensi, hiperlipidemia, diabetes melitus, arterosklerosis dan hiperviskositas darah yang berakibat secara langsung atau tidak langsung pada terjadinya penyempitan pembuluh darah, perlambatan aliran dan penggumpalan darah, yang akhirnya menimbulkan penyumbatan pembuluh darah. Penyakit penyakitnya : • Arteri : cenderung terjadi penyempitan karena ada sumbatan : sklerosis ( atreosklerosis : lemak dan Arterio sklerosis : oleh kapur ) • Vena : cenderung melebar karena aliran ditentukan pula oleh tekanan otot , pelebaran vena di betis : varises , pelebaran di sekitar anus : hemoroid/wasir) • Kapiler : cenderung penyempitan karena ada sumbatan : Thrombus : sumbatan padat , Embolus sumbatan berupa udara (gas) , lemak : struk /hipertensi BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jenis-jenis yang paling penting, arteri dan vena, juga disebut demikian karena mereka membawa darah keluar atau masuk ke jantung. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis. Kapiler adalah pembuluh darah terkecil dengan diameter kira-kira sebesar sel darah merah yang berukuran 7,5 mikron. Secara umum pembuluh darah tersusun atas tiga lapisan. Lapisan terluar tersusun atas jaringan elastis yang memungkinkan pembuluh darah berkontraksi. Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan mengandung banyak serabut elastis. Bagian terdalam adalah lapisan endothelium yang merupakan satu lapis epitel pipih yang membatasi rongga pembuluh. DAFTAR PUSTAKA Alvi Rosiyadi. 1997. Struktur dan Perkembangan Hewan. Surakarta : UNS Press.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar