Sabtu, 29 Desember 2012

ANATOMI FISIOLOGI HEWAN

BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
pada hewan tingkat tinggi termasuk menusia, terdapat alat untuk proses pernapasan, yakni berupa paru-paru,insang, atau trakea. Sementara pada hewan-hewan tingkat rendah dan tumbuhan, proses pertukaran udarah tersebut dilakukan secara langsung dengan difusi melalui pertukaran sel-sel tubuhnya. Dari alat pernapasan, oksigen masih harus diangkut oleh darah atau cairan tubuh keseluruh sel tubuh yang membutuhkan. Selanjutnya oksigen tersebut akan dimanfaatkan untuk oksidasi di dalam sel guna menghasilkan energi.
Respirasi bertujuan untuk menghasilkan energi. Energy hasil respirasi tersebut sangat diperlukan untuk aktifitas hidup, seperti mengatur suhu tubuh, pergerakan, pertumbuhan dan reproduksi. Jadi kegiatan pernapasan dan respirasi tersebut saling berhubungan karena pada proses pernapasan di masukkan udarah dari luar(oksigen), kemudian oksigen tersebut digunakan untuk proses respirasi berupa gas karbon dioksida dikeluarkan melalui proses. Oleh  karena hewan-hewan tingkat rendah dan tumbuhan tidak mempunyai alat pernapasan khusus sehingga oksigen dapat langsung masuk dengan cara difusi makanya seringkali istilah pernapasan disamakan dengan istila respirasi. Dengan demikian perbedaan kedua istila itu tidak mutlak.
1.2   Rumusan Masalah
Dalam penulisan makalah ini, ada beberapa masalah akan dibahas yaitu :
1.      Jelaskan mekanisme pernapasan
2.      Jelaskan cara pengangkutan 02
3.      Jelaskan efek bohr
1.3   Tujuan
Dalam penulisan makalah ini bertujuan untuk
1.      Mengetahui mekasisme pernapasan
2.      Mengetahui cara pengangkutan 02
3.      Mengetahui efek bohr


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Mekanisme Pernapasan
Proses pernapasan pada manusia dapat dibedakan menjadi inspirasi yaitu peristiwa masuknya udara luar ke paru-paru atau biasi disebut menghirup napas, dan ekspirasi atau biasa disebut menghembuskan napas, yaitu pengeluaran udarah dari paru-paru ke lingkungan luar. Diantara kdua proses tersebut terjadi pertukaran gas secara difusi.
2.1.1 Inspirasi Dan Ekspirasi
Bernapas adalah poses pengambilan gas-gas yang diperlukan tubuh, yakni oksigen, serta proses pengeluaran gas-gas sisa pembakaran yang ada dalam tubuh, yakni karbon dioksida. Proses pernapasan terjadi terutama pada paru-paru.
Rongga dada tempat paru-paru berada, dibatasi oleh tulang rusuk dan tulang dada. Bagian bawa rongga dada dibatasi dari rongga perut oleh sekat diafragma. Proses bernapas terjadi dari dua proses yaitu menghirup udara pernapasan dan menghembuskan udara pernapasan. Proses menghirup udara disebut inspirasi dan proses menghembuskan udara disebut ekspirasi.
Pernapasan dibedakan menjadi pernapasan dada (pernapasan tulang rusuk) dan pernapasan perut (pernapasan diafragma). Pernapasan dada terjadi jika otot-otot antar tulang rusuk berkontraksi, sehingga tulang rusuk terangkat keatas, akibatnya volume rongga dada membesar, sehingga tekanan udara dalam rongga dada menurun, paru-paru mengembang tekanan udara dalam rongga paru-paru mengecil dan akibatnya udarah dari luar masuk kedalam paru-paru.ketika otot antar tulang rusuk relaksasi, (kendur)tulang rusuk turun rongga dada menyempit tekanan udara dalam rongga dada naik, paru-paru terdesak dan akhirnya mengecil, tekanan udara dalam par-paru naik dan akibatnya udara keluar dari paru-paru.
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot-otot diafragma. Jika otot diafragma berkontraksi, diafragma yang semula kembung kearah atas menjadi agak rata, sehingga rongga dada juga membesar, akibatnya paru-paru juga akan mengembang kearah perut dan perut mengembung, oleh karena itu tekanan udarah dalam paru-paru turun dan udarah luar masuk, ketika diafragma kembali ke keadaan semula, yakni cenbung kearah rongga dada, rongga dada menyempit, tekanan naik dan udarah dalm paru-paru keluar. Pernapasan perut terjadi terutama pada saat tidur.     
2.1.2 volume udarah pernapasan
Volume paru-paru ± 5-6 liter. Volume udara pernapasan dapat berfariasi tergantung besar kecilnya paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada pernapasan biasa orang dewasa udarah yang keluar dan masuk sebanyak 0,5 liter. Udara sebanyak ini disebut udarah pernapasan atu udara tidal (UT)
Setelah kita menarik napas biasa kalian masih bias menarik napas sedalam-dalamnya. Udarah yang dapat masuk kearu-paru setelah kalian menarik napas biasa itu disebut udarah komplementer (UK). Pada orang dewasa volume pernapasannya 1,5 sampai 3 liter. Udarah komplemen ditambah udarah penapasan disebut kapasitas fungsional inspirasi (KFI).
Setelah kita mengeluarkan napas biasa, kiata masi dapat mengeluarkan udara dari dalam paru-paru dengan menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang masih dapat dikeluarkan tersebut adalah udarah suplementer atau udarah cadangan (UC).
Volume udara cadangan pada orang dewasa adalah 1,2 – 2 liter. Udara yang tidak bias keluar dari paru-paru setelah menghembuskan napas sekuat-kuatnya > 1000 disebut udara residu. (UR). Udara cadangan ditambah udara residu disebut kapasitas fungsional residu. (KFR)
Jika kita menarik napas sedalam-dalamnya kemudian menghembuskan napas sekuat-kuatnya, udara yang masuk dan keluar sebanyak ± 4.8 liter, volume udara tersebut disebut kapasitas vital paru-paru (KV). Udara yang tersedia did lam paru-paru sebanyak 5-6 liter disebut sebagai kapasitas total paru-paru.(KT)
2.2 Pengangkutan O2
Sistem pengangkutan O2 dalam tubuh terdiri dari paru-paru dan sistem kardiovaskuler. Oksigen masuk ke jaringan bergantung pada jumlahnya yang masuk ke dalam paru-paru, pertukaran gas yang cukup pada paru-paru, aliran darah  ke jaringan dan kapasitas pengangkutan O3 oleh darah. Aliran darah bergantung pada derajad konsentrasi dalam jaringan dan curah jantung. Jumlah O2  dalam darah ditentukan oleh jumlah O2 yang larut, hemoglobin, dan afinitas (daya tarik ) hemoglobin.
Transfor oksigen melalui beberapa tahap :
Tahap 1.  Oksigen atmosfir masuk ke dalam paru-paru. Pada waktu kita menarik nafas tekanan parsial oksigen dalam atmosfer 159 mmHg. Dalam alveoli komposisi udara berbeda dengan komposisi udara atmosfer tekanan partial O2 dalam alveoli 105 mmHg.
Tahap 2. Darah mengalir dari jantung menuju ke paru-paru untuk mengambil  oksigen yang berada dalam alveoli. Dalam darah ini terdapat oksigen  dengan tekanan parsial 40 mmHg. Karena adanya perbedaan tekanan parsial itu apabila tiba pada pembuluh kapiler yang berhubungan dengan membrane alveoli maka oksigen yang  berada dalam alveoli dapat berdifusi masuk ke dalam pembuluh kapiler. Setelah terjadi proses difusi tekanan parsial oksigen dala pembuluh darah menjadi 100 mmHg.
Tahap 3. Oksigen yang telah berada dalam pembuluh darah diedarkan ke seluruh tubuh. Ada 2 mekanisme peredaran oksigen dalam darah yaitu oksigen yang larut dalam plasma darah yang merupakan bagian terbesar dan sebagian kecil oksigen yang terikat pada hemoglobin dalam darah. Derajad kejenuhan hemoglobin dengan O2 tergntung pada tekanan parsial CO2 atau pH. Jumlah O2, yang diangkut ke jaringan tergantung pada jumlah hemoglobin dalam darah.
Tahap 4. Sebelum sampai pada sel yang membutuhkan, oksigen dibawa melalui cairan interstisial lebih dahulu. Tekanan parsial oksigen dalam cairan interstisial 20 mmHg. Perbedaan tekanan parsial oksigen dalam cairan interstisial(20 mmHg) dengan tekanan parsial oksigen dalam cairan interstisial (20 mmHg), menyebabkan terjadinya difusi oksigen yang cepat dari pembuluh kapiler ke dalam cairan interstisial.
Tahap 5. Tekanan parsial oksigen dalam sel kira-kira antara 0 – 20 mmHg. Oksigen dari cairan interstisial berdifusi masukke dalam sel. Dalam sel oksigen ini digunakan untuk reaksi metabolism yaitu reaksi oksidasi senyawa yang berasal dari makanan (karbohidrat, lemak, dan protein) menghasilkan H2O, CO2 dan energi.  






2.3  Efek  Bhor
Efek Bohr ialah pengaruh Karbon dioksida terhadap kurva oksigen terlarut dari darah. Pergeseran kurva ke sebelah kanan berarti suatu pengurangan dalam afinitas dari hemoglobin untuk oksigen.
Efek Bohr ialah sifat dari hemoglobin yang pertama kali digambarkan oleh psikologis Denmark Christian Bohr pada 1904, yang menyatakan bahwa dalam persentasi karbon dioksida, keafinitasan oksigen untuk pigmen respirasi disosiasi, yaitu hemoglobin; karena efek bohr, peningkatan level karbon dioksida dalam darah atau penunrunan pH menyebabkan hemoglobin bergabung dengan oksigen dengan afinitas lemah.
Efek fasilitas transport oksigen seperti hemoglobin membungkus oksigen di dalam paru-paru, tetapi kemudian melepaskan ke jaringan-jaringan yang paling membutuhkan oksigen. Ketika jaringan tersebut metabolismnya meningkatan. Produksi karbon dioksidanyapun meningkat. Karbon dioksida dengan cepat dijadikan molekul bikarbonat dan proton asam oleh enzim karbonik anhydrase



















BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Respirasi adalah proses pertukaran udara antara mahluk hidup dengan lingkungan. Proses menghirup udara disebut inspirasi dan proses menghembuskan udara disebut ekspirasi. Respirasi adalah proses pembakaran (oksidasi) senyawa organik (bahan makanan) di dalam sel untuk memperoleh energi. Dalam respirasi aerobik (oksidasi biologi)diperlukan oksigen serta dilepaskan karbon dioksida dan uap air.
Pernapasan dada terjadi karena kontraksi otot-otot tulang rusuk yang mengubah posisi tulang rusuk naik atau turun sedangkan penapasan perut terjDI karena interaksi otot-otot dari sekat diafragama yang menentukan posisi dari sekat diafragma mendatar atau melengkung keatas (cekung jika dilihat dari bawah) dan akhirnya juga mempengaruhi besar kecilnya volume rongga dada, tekanan rongga dada dan paru-paru.
3.2 SARAN
Setelah membaca beberapa referensi dan merangkai beberapa kalimat dalam sebuah makalah ini penulis dapat memberikan beberapa saran antara lain :
1.      Kepada dosen pengajar agar tetap memberikan motivasi kepada mahasiswa sebagai peserta didik untuk mencari beberapa jenis pengetahuan lain yang terkait dengan ilmu Anantomi Fisisologi Manusia
2.      Sedangkan pada teman-teman agar tetap mencari beberapa alternatif dalam memecahkan sebuah pesoalan yang terkait dengan proses belajar mengajar terutama dalam bidang ilmu pengetahuan.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar